8 Tips Menjadi Backpaker Untuk Pertama Kali

8 Tips Menjadi Backpaker Untuk Pertama Kali. Ketika Anda ingin bepergian ke luar negeri dengan ransel (baca: backpacker), seorang musafir harus tahu konsekuensinya: repot memenuhi semua kebutuhan mereka. Tapi tenang saja, Anda bisa mengikuti 8 tips berikut.

Sebagian besar wisatawan yang ingin pergi ke luar negeri biasanya menggunakan jasa agen wisata. Metode ini praktis, Anda hanya perlu menunjukkan tujuan dan menentukan tanggal keberangkatan. Tapi bukankah itu butuh banyak uang?

Nah, untuk pelancong yang lebih suka pergi sendiri tanpa bantuan agen perjalanan, mereka tidak perlu bingung. Selama Anda berhati-hati, liburan Anda di luar negeri dengan ransel juga bisa menyenangkan. Tentu saja, mempersiapkan seluruh tim sendirian. Untuk menghindari kehilangan sesuatu, coba ikuti 8 tips ini:

1. Tentukan tujuan terbaik

Pergi tanpa jasa agen perjalanan berarti Anda akan mengurus semuanya sendiri, bahkan memilih tujuan yang tepat. Jika dengan agen perjalanan Anda bisa bertanya tentang tujuan yang ingin Anda tuju, tetapi tidak ketika Anda bepergian dengan ransel. Jangan khawatir, saat ini ada banyak situs yang menggambarkan berbagai tujuan di dunia, termasuk Travel.

Temukan sebanyak mungkin informasi, dari bagaimana menuju ke sana, di mana tinggal, hingga kuliner dan kenangan kuliner. Anda juga dapat membaca kisah-kisah para pelancong yang telah pergi ke sana di blog Anda.

2. Identifikasi eksplorasi dan rencana perjalanan.

Sebelum pergi, lebih baik memindai bagian dari identifikasi yang Anda miliki, termasuk rencana perjalanan. Kopi menjadi 2, satu dapat disimpan di ponsel dan yang lain dapat diberikan kepada keluarga di rumah. Langkah ini hanya untuk mengantisipasi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan nanti saat bepergian.

3. Rekam beberapa percakapan menggunakan bahasa lokal

Rekam beberapa bahasa percakapan ringan, terutama jika orang tidak mengerti bahasa Inggris. Ketika saya berada di Vietnam, keterampilan bahasa Inggris penduduknya sangat buruk. Mengetahui percakapan sederhana dalam bahasa lokal akan sangat membantu, terutama ketika arahan dan arahan diminta dan pembelian dilakukan.

4. Bawalah alat tulis dan peta.

Selalu bawa alat tulis, peta, dan kertas. Pengalaman saya naik bus umum dari Ho Chi Minh ke Terowongan Chu Chi. Karena pengucapannya berbeda, sia-sia ketika saya menyebutkan tempat untuk pergi. Mereka hanya menggelengkan kepala, lalu ketika saya menunjukkan tulisan itu kepada mereka, mereka mengerti. Sama-sama memetakan, terutama peta akomodasi. Ketika saya baru saja menunjukkan kartu nama yang berisi alamat penginapan, kartu yang mereka tanya bingung dan menggelengkan kepalanya. Tetapi ketika saya menunjukkan peta, mereka segera memahami tempat yang saya maksud.

5. siapkan uang

Selain bahasa dan dokumen, mata uang juga penting. Pastikan untuk membawa mata uang yang paling umum, dolar AS, yang dapat diubah langsung ke mata uang lokal. Ini jika Anda berencana untuk menggunakan layanan ATM selama perjalanan. Cukup bertukar dan gunakan sebanyak mungkin. Tetapi Anda juga dapat mempersiapkan dan menukarnya saat Anda berada di Indonesia.

6. Tidak perlu membawa banyak barang.

Untuk menyimpan barang bawaan, pilih baju tipis dan perlengkapan mandi serta make up yang berukuran kecil. Sebenarnya perlengkapan mandi juga tersedia di penginapan. Tapi karena acara ini backpacking, akomodasi yang saya pilih semurah mungkin. Ada harga, ada kualitas. Tidak selalu tersedia peralatan mandi lengkap, terutama untuk akomodasi kelas melati.

7. Temukan cuaca di sana

Sebelum pergi, cari tahu dulu tentang informasi cuaca di tempat tujuan Anda. Dari Kota Ho Chi Minh, saya menuju ke Hanoi. Ketika saya tiba, saya terkejut bermain bahwa ternyata pada bulan Februari di Hanoi masih musim dingin. Di ransel saya hanya ada beberapa kemeja tebal dan jaket denim. Saya akhirnya terpaksa membeli jaket bulu tebal, jika saya tidak ingin mati kedinginan. Suhu di sana pada malam hari mencapai 6-8 derajat Celcius, cukup dingin bagi saya, yang terbiasa tinggal di Jakarta.

8. Jangan 'mati' untuk membeli kartu penyedia ponsel

Saat ini, bepergian tanpa jejaring sosial tampaknya mustahil. Ya, ini adalah hobi traveler, menerbitkan lokasi di mana mereka berada. Tapi jangan buru-buru membeli kartu penyedia ponsel, ada baiknya menggunakan fasilitas Wi-Fi saja. Metode ini, pada kenyataannya, sedikit tidak nyaman, tetapi setidaknya dapat menghemat uang yang harus digunakan untuk membeli kartu untuk keperluan lain.

Comments

Popular posts from this blog

Persiapan Wajib untuk Penerbangan Internasional Berdurasi Panjang

Cara Pergi Ke Lombok Dari Jakarta Dengan Biaya Murah